Pekalongan - Pusat Studi Filantropi (PSF) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Univeristas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menerima kunjungan strategis dari tokoh masyarakat Kradenan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Bapak H. Aminudin, pada Senin (6/4/2026). Kunjungan ini difokuskan pada konsultasi mendalam mengenai implementasi wakaf produktif serta penguatan manajemen perwakafan bagi yayasan yang dikelolanya. Langkah ini diambil sebagai upaya transformasi aset wakaf agar tidak hanya bersifat statis, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi berkelanjutan bagi umat.
Sinergi Praktisi dan Akademisi
Dalam sesi konsultasi tersebut, Bapak H. Aminudin ditemui langsung oleh Pengurus Pusat Studi Filantropi (PSF), yakni M. Shulthoni dan Rinda Asytuti. Keduanya memberikan arahan komprehensif mengenai regulasi perwakafan di Indonesia serta strategi memitigasi risiko dalam pengelolaan wakaf produktif.
"Pengelolaan wakaf di era modern menuntut profesionalisme dan transparansi. Kami berupaya memberikan skema terbaik agar aset yayasan dapat dikelola secara produktif sesuai dengan koridor hukum dan syariah," ujar M. Sulthoni di sela-sela diskusi.
Menuju Manajemen Wakaf yang Akuntabel
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai tantangan nyata yang dihadapi yayasan, mulai dari legalitas aset hingga pengembangan unit bisnis berbasis wakaf. Masukan dan saran yang diberikan menekankan pada pentingnya sertifikasi Nazhir dan pelaporan keuangan yang akuntabel.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi yayasan-yayasan lain di Pekalongan dan sekitarnya untuk mulai melirik potensi wakaf produktif sebagai instrumen kemandirian lembaga dan kesejahteraan sosial.
Kontributor : Rinda Asytuti

