Pekalongan - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan secara resmi meluncurkan Pusat Studi Filantropi (PSF) pada Selasa, 2 Desember 2025. Kegiatan lounching yang berlangsung di meetingroom lantai 3 FEBI tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag. Acara ini dihadiri oleh para pengelola fakultas, dosen, dan mahasiswa, menunjukkan dukungan penuh sivitas akademika terhadap hadirnya PSF sebagai pusat kajian baru yang strategis di lingkungan fakultas.
Peluncuran PSF FEBI ini menjadi langkah monumental dalam memperkuat ekosistem keilmuan di bidang filantropi Islam, yang memiliki relevansi tinggi bagi pengembangan ilmu ekonomi syariah. Pusat studi ini dirancang untuk menjadi ruang akademik yang memfasilitasi kajian mendalam, penelitian ilmiah, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Kehadiran PSF memperluas kontribusi FEBI dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih terarah dan inovatif.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. H. AM. Muh. Khafidz MS, M.Ag menyampaikan bahwa pendirian dan peluncuran PSF merupakan langkah yang sudah seharusnya dilakukan, mengingat gagasan dan penamaan pusat studi ini sebenarnya sudah muncul empat tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa filantropi dalam ilmu ekonomi syariah merupakan sebuah distingsi penting yang memperkaya khazanah keilmuan, sekaligus memiliki nilai strategis dalam kehidupan sosial. Lebih lanjut, ia menggambarkan filantropi sebagai divine tax atau “pajak akhirat” yang memiliki dimensi kemaslahatan luas.
Dekan FEBI menambahkan bahwa PSF perlu terus didorong untuk memainkan perannya sebagai pusat rujukan akademik dalam studi filantropi. Menurutnya, kehadiran PSF bukan hanya untuk memperkuat kajian teoretis, tetapi juga untuk mendorong praktik pengelolaan filantropi yang berdaya guna dan berbasis riset. “Semoga majlis ini menjadi momentum penting bagi pengembangan filantropi Islam di FEBI dan membawa keberkahan bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEBI juga mengumumkan pengurus PSF FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang berjumlah 6 (enam) orang yaitu:
- Direktur : Abdul Ghofar Saifudin, M.S.I.
- Sekretaris : Bahtiar Effendi, M.E.
- Bendahara : Siti Aminah Chaniago, M.S.I.
- Divisi Riset dan SDM : M. Shulthoni, Lc., M.S.I., Ph.D.
- Divisi Mitra dan Jaringan : Rinda Asytuti, M.Si.
- Divisi Media dan Publikasi : Ali Amin Isfandiar, M.Ag.
Para pengurus ini diharapkan mampu membangun arah gerak kelembagaan PSF yang kokoh, visioner, dan produktif dalam menghasilkan karya ilmiah, program pemberdayaan, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak eksternal.
Peluncuran PSF mendapatkan respons positif dari para dosen dan pengelola fakultas. Mereka menilai kehadiran PSF sebagai bentuk komitmen FEBI dalam memperkuat fokus kajian ekonomi syariah, khususnya yang berkaitan dengan filantropi modern. PSF juga dianggap sebagai wadah strategis untuk mengembangkan penelitian dan inovasi baru yang selaras dengan tantangan sosial-ekonomi umat di era kontemporer.
Mahasiswa juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap lounching PSF ini. Banyak di antara mereka yang berharap PSF tidak hanya menjadi pusat riset, tetapi juga membuka ruang partisipasi mahasiswa melalui kegiatan ilmiah, seminar, diskusi tematik, dan proyek pengabdian masyarakat yang relevan. Pelibatan mahasiswa diharapkan memperkaya pengalaman akademik dan memperluas kapasitas intelektual generasi muda di bidang filantropi Islam.
Dengan diluncurkannya PSF FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, fakultas menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset dan pengabdian masyarakat yang lebih kuat dan berorientasi pada keberlanjutan. PSF diharapkan menjadi pusat unggulan yang berperan aktif dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan transformasi pemikiran terkait filantropi Islam sebagai pilar penting ekonomi syariah. Peluncuran ini menjadi awal bagi perjalanan panjang menuju pengembangan keilmuan dan praktik filantropi yang semakin profesional dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kontributor : Abdul Ghofar Saifudin

