Ponorogo – Peneliti dari Pusat Studi Filantropi (PSF) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Univeristas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Muhammad Shulthoni, M.A., Ph.D., mendapat kehormatan sebagai tamu undangan dalam kegiatan Launching Sekolah Wakaf Berkah Indonesia (SWBI) yang diselenggarakan oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo, Jawa Timur pada Rabu, 8 Juli 2026. Kehadiran peneliti Pusat Studi Filantropi (PSF) menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi nasional dalam pengembangan wakaf produktif, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan wakaf. Acara berlangsung di Hall Lantai 4 Gedung Terpadu Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, akademisi, pimpinan pondok pesantren, lembaga wakaf, serta para praktisi ekonomi syariah dari berbagai daerah di Indonesia.
Peluncuran SWBI menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Milad ke-63 Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan Satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor yang juga dirangkaikan dengan Launching Program Desa Binaan Agro-Tourism. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, serta Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Dalam sambutannya, Destry menyampaikan harapannya agar Sekolah Wakaf Berkah Indonesia mampu melahirkan nadzir profesional yang memiliki kompetensi mengelola aset wakaf secara modern sehingga manfaat wakaf dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial yang semakin luas bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Destry Damayanti juga memaparkan perkembangan ekonomi syariah Indonesia yang menunjukkan capaian membanggakan di tingkat global. Indonesia saat ini menempati peringkat keempat dunia dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah, peringkat pertama untuk sektor muslim modest fashion, peringkat kedua untuk wisata ramah muslim, dan peringkat ketiga pada industri makanan halal. Selain itu, Bank Indonesia terus membuka akses pasar internasional bagi berbagai produk halal dan UMKM Indonesia melalui berbagai pameran internasional yang menghasilkan transaksi perdagangan yang signifikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa ekonomi syariah Indonesia mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam.
Lebih lanjut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar, yaitu diperkirakan mencapai Rp 180–195 triliun setiap tahun. Potensi tersebut memerlukan pengelolaan yang profesional agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan ekonomi umat. Oleh karena itu, SWBI diharapkan menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak pengelola wakaf yang memiliki kompetensi dalam asset management, tata kelola kelembagaan, serta pengembangan aset wakaf secara produktif sehingga wakaf tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi wakaf telah menjadi perhatian UNIDA) sejak lama. Bersama Bank Indonesia, UNIDA mendirikan International Center for Awqaf Studies (ICAST) sebagai pusat kajian dan pengembangan wakaf di Indonesia. Menurutnya, pondok pesantren memiliki potensi besar dalam membangun ekonomi berbasis wakaf karena sistem wakaf telah menjadi fondasi Pondok Modern Darussalam Gontor sejak awal berdirinya. Melalui Sekolah Wakaf Berkah Indonesia, para pengelola pondok pesantren akan dibekali tidak hanya kemampuan mengelola aset wakaf, tetapi juga keterampilan membangun usaha, melakukan fundraising, serta mengembangkan model bisnis berbasis wakaf yang profesional dan berkelanjutan.
Keikutsertaan peneliti dari Pusat Studi Filantropi (PSF) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Univeristas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Muhammad Shulthoni, M.A., Ph.D., dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat di bidang filantropi Islam, khususnya pengembangan wakaf produktif. Berbagai gagasan dan praktik baik yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan pusat studi, penyusunan program pelatihan nadzir, penelitian kolaboratif, serta penguatan kurikulum ekonomi syariah di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Univeristas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Partisipasi ini juga mempertegas komitmen dalam mendukung pengembangan ekosistem wakaf nasional yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Penulis : M. Shulthoni (Peneliti Pusat Studi Filantropi)


